Penulis : Arfan Fahri, S.Kom, MTCNA , MTCRE
Dalam dunia jaringan komputer, salah satu layanan yang sangat penting adalah DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). DHCP berfungsi untuk mengatur pemberian alamat IP dan informasi jaringan lainnya secara otomatis kepada perangkat yang terhubung. Tanpa adanya DHCP, administrator jaringan harus melakukan konfigurasi IP secara manual di setiap perangkat, yang tentu saja tidak efisien.
1. Pengertian DHCP
DHCP adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mendistribusikan konfigurasi jaringan secara dinamis ke perangkat (seperti komputer, printer, smartphone, router, dan lainnya). Informasi yang diberikan bisa meliputi:
- Alamat IP
- Subnet mask
- Default gateway
- DNS server
Dengan DHCP, proses pengaturan jaringan menjadi lebih cepat, otomatis, dan minim kesalahan.
2. Apa Itu DHCP Server?
DHCP Server adalah perangkat atau layanan yang bertugas memberikan informasi jaringan kepada perangkat yang meminta. Server ini menyimpan kumpulan alamat IP (disebut IP pool) yang akan dibagikan kepada klien sesuai kebutuhan.
Contoh DHCP Server:
- Router rumah (biasanya sudah ada fitur DHCP bawaan).
- Server jaringan di kantor/sekolah (misalnya menggunakan Windows Server atau Linux dhcpd).
Fungsi utama DHCP Server:
- Membagikan alamat IP otomatis ke setiap perangkat.
- Mengatur lease time, yaitu durasi penggunaan IP oleh klien.
- Mencegah konflik IP (dua perangkat menggunakan IP yang sama).
- Menyediakan informasi jaringan tambahan seperti DNS dan gateway.
3. Apa Itu DHCP Client?
DHCP Client adalah perangkat atau software yang menerima konfigurasi jaringan dari DHCP Server. Semua perangkat yang terhubung ke jaringan biasanya sudah otomatis berfungsi sebagai DHCP Client, contohnya:
- Laptop atau PC dengan OS Windows/Linux/macOS
- Smartphone Android/iOS
- Printer atau CCTV IP
Saat perangkat dihubungkan ke jaringan, DHCP Client akan mengirim permintaan (request) ke DHCP Server untuk mendapatkan IP dan konfigurasi jaringan lainnya.
4. Cara Kerja DHCP (DHCP Handshake)
Proses komunikasi antara DHCP Server dan Client terjadi melalui 4 tahap yang disebut DORA:
- Discover → Klien mengirim sinyal broadcast untuk mencari DHCP Server.
- Offer → DHCP Server menawarkan alamat IP yang tersedia.
- Request → Klien memilih salah satu tawaran dan meminta konfirmasi.
- Acknowledge → DHCP Server memberikan konfirmasi resmi, klien siap digunakan di jaringan.
5. Kelebihan dan Kekurangan DHCP
Kelebihan:
- Otomatis, cepat, dan mudah digunakan.
- Mengurangi kemungkinan kesalahan konfigurasi.
- Memudahkan pengelolaan jaringan besar.
Kekurangan:
- Jika DHCP Server down, perangkat baru tidak bisa mendapat IP.
- Butuh pengelolaan khusus agar IP tertentu tetap tetap (misalnya untuk server internal → bisa pakai DHCP Reservation).
6. Kesimpulan
DHCP adalah protokol penting dalam jaringan modern. Dengan adanya DHCP Server, semua perangkat (DHCP Client) bisa mendapatkan konfigurasi IP secara otomatis, cepat, dan efisien. Tanpa DHCP, administrator akan repot melakukan pengaturan manual satu per satu.
Karena itu, memahami konsep DHCP sangat penting, baik untuk pengguna jaringan skala kecil (rumahan) maupun skala besar (perusahaan).